TUGAS MANDIRI (5) PENGANTAR ILMU EKONOMI DAN BISNIS KAMPUS MILENIAL ITBI

Nama: Wilhelmus wira jernimas gulo
Jurusan: Sistem informasi
Kelas: Malam

1. PERBEDAAN ANTARA SISTEM                             PEREKONOMIAN TERBUKA DAN                        TERTUTUP  DAN NEGARA MANA SAJA              YANG MENGANUT SISTEM                                    PEREKONOMIAN  TERBUKA DAN TERTUTUP

∆ Sebuah perekonomian terbuka dan tertutup berbeda dalam bagaimana masing-masing menangani perdagangan internasional. Ekonomi terbuka memungkinkan mengimpor dan mengekspor barang. Ekonomi tertutup mencegah mengimpor dan mengekspor, dan, sebagai gantinya, hanya mengandalkan barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri untuk memenuhi permintaan domestik.

∆ sebagai contoh negara yg menganut sistem perekonomian yerbuka yaitu salah satunya negara indonesia, megara indomesia dikatakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka karena indonesia  memungkinkan mengimpor dan mengekspor barang

∆ Dalam hal sistem ekonomi yang dianut negara-negara di dunia, Fraser Institute, Kanada, dan Economic Freedom Network melakukan penelitian terhadap lebih dari 100 negara di dunia untuk menentukan negara mana saja yang paling terbuka atau liberal dalam hal ekonomi, dan negara mana saja yang dianggap paling tertutup dalam kebijakan sistem ekonominya. 

Hasilnya mereka rilis dalam sebuah indeks yang berisi ukuran-ukuran kebebasan ekonomi yang meliputi lima komponen utama, yakni ukuran pemerintah, struktur hukum dan keamanan hak milik, akses kredit, kebebasan berdagang, serta aturan-aturan kredit, usaha, dan perburuhan. Berdasarkan survei terhadap 141 negara di dunia, berikut ini sepuluh besar negara yang dianggap paling tertutup dalam hal kebijakan ekonomi.
  1. Zimbabwe (peringkat 141, skor 3,57)
  2. Myanmar (peringkat 140, skor 3,81)
  3. Angola (peringkat 139, skor 3,89)
  4. Venezuela (peringkat 138, skor 4,33)
  5. Republik Kongo (peringkat 137, skor 4,75)
  6. Republik Afrika Tengah (peringkat 136, skor 4,77)
  7. Guinea-Bissau (peringkat 135, skor 4,82)
  8. Burundi (peringkat 134, skor 4,91)
  9. Republik Demokratik Kongo (peringkat 133, skor 4,93)
  10. Algeria (peringkat 132, skor 5,00)
∆ sebagai contoh negara yg menganut sistem perekonomian yerbuka yaitu salah satunya negara indonesia, megara indomesia dikatakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka karena indonesia  memungkinkan mengimpor dan mengekspor barang.

2. KOMPONEN YANG TERDAPAT PADA                  PENGELUARAN AGREGAT  (AE)

Pengeluaran atau perbelanjaan agregat adalah pengeluaran yang dilakukan untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam suatu periode tertentu, dan biasanya diukur untuk suatu tahun tertentu. 

Semakin besar perbelanjaan agregat yang dilakukan dalam perekonomian, semakin tinggi tingkat kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja yang dicapai.

 komponen pengeluaran agregat :

1. Konsumsi Rumah Tangga ( C )
Menurut Keynes, besarnya konsumsi rumah tangga sangat dipengaruhi oleh pendapatan disposabel (Yd) saat ini. Fungsi konsumsi dinyatakan dalam formula C = Co + bYd atau C = a  + bYd, di mana pendapatan disposabel adalah pendapatan setelah dikurangi pajak (T), atau Yd = Y – T.  

Keterangan : Y = Pendapatan,
C = Konsumsi,
S = Tabungan .
Dari persamaan Y = C + S dapat disimpulkan bahwa :
– Pada pendapatan yang rendah rumah tangga mengorek tabungan.
– Kenaikan pendapatan menaikkan pengeluaran konsumsi.
– Pada pendapatan yang tinggi rumah tangga menabung.

2.  Investasi Perusahaan (I)
Dalam membicarakan mengenai investasi perlu disadari perbedaan di antara investasi fisik dan investasi keuangan.

 Pemilik pemilik modal yang membeli saham – saham di bursa saham selalu dipandang sebagai melakukan investasi dan pembelian ini dapat digolongkan sebagai investasi yang bersifat keuangan.  

Analisis ekonomi lebih menumpahkan perhatian kepada investasi yang bersifat fisik dan investasi seperti ini terutama meliputi perbelanjaan perusahaan-perusahaan untuk membeli barang barang modal untuk meningkatkan kemampuan suatu perekonomian menghasilkan barang dan jasa di masa depan.

3.  Pengeluaran Pemerintah (G)
Pengeluaran pemerintah juga dipandang sebagai perbelanjaan otonomi karena pendapatan nasional bukanlah merupakan faktor penting yang akan mempengaruhi keputusan pemerintah untuk menentukan anggaran belanjanya. Pada dasarnya ada tiga faktor penting yang akan menentukan pengeluaran pemerintah pada suatu tahun tertentu, yaitu:

(i) pajak yang diharapkan akan diterima,
Setiap perekonomian akan mengutip pajak dan beberapa pungutan pemerintah yang lain. Salah satu tujuan dari pengutipan pajak tersebut adalah untuk mengenakan pembayaran atas jasa jasa yang disediakan pemerintah seperti menyediakan infrastruktur, administrasi pemerintah dan aparat keamanan (polisi dan tentera). Di samping itu ia bertujuan untuk menyeimbangkan pendapatan berbagai golongan masyarakat dan daerah.
Tujuan lain adalah untuk mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk mendorong pembangunan yang lebih cepat di masa depan .
(ii) Pertimbangan politik
Pertimbangan pertimbangan politik selalu menyebabkan pemerintah melakukan perbelanjaan yang jauh lebih besar dari penerimaannya. Ancaman dari luar atau kekacauan politik di dalam negeri memaksa berbagai negara untuk membelanjakan uang yang lebih banyak untuk menjaga ketenteraman negara. Menyediakan infrastruktur dan anggaran belanja ke berbagai daerah juga merupakan faktor penting lain yang akan mendorong pemerintah melakukan perbelanjaan yang jauh lebih besar dari penerimaan pajaknya. Salah satu pertimbangan politik penting yang akan mempengaruhi anggaran belanja pada masa kini adalah keinginan untuk mempercepat proses pembangunan di masa depan. Mewujudkan kegiatan ekonomi yang teguh. Setiap negara akan selalu berusaha mencapai kesempatan kerja penuh. Tetapi sering sekali keadaan yang diidam idamkan ini tidak tercapai. Bahkan adakalanya kemerosotan ekonomi yang serius berlaku dan tingkat pengangguran sangat tinggi. Dalam keadaan seperti itu para pengusaha tidak mempunyai gairah untuk melakukan investasi dan rumah tangga menjadi semakin berhati hati membelanjakan uangnya. Hal seperti ini akan memperburuk keadaan kemunduran ekonomi yang berlaku. Untuk menghindarinya pemerintah perlu meningkatkan pengeluarannya.

4.  EKSPOR (X)

Besarnya ekspor memberikan gambaran tentang besarnya permintaan  luar   negeri terhadap produk domestik. Karena itu besarnya ekspor sangat ditentukan oleh faktor-faktor eksternal ysng berada di luar kendali kekuatan domestik, misalnya pendapatan nasional negara tujuan ekspor, harga relatif dan selera. Karena itu fungsi ekspor umumnya dianggap eksogenus.  Ekspor akan memberikan efek yang positif kepada kegiatan ekonomi negara karena ia merupakan pengeluaran penduduk negara lain atas barang-barang yang dihasilkan di dalam negeri.

5.  IMPOR (M)
Impor menimbulkan efek yang sebaliknya, yaitu pengeluaran atas barang   impor meningkat. Ini berarti pendapatan yang diterima telah dibelanjakan untuk membeli barang yang diproduksikan di negara-negara lain dan mengurangi perbelanjaan terhadap barang-barang dalam negeri. Impor sesuatu negara juga ditentukan oleh beberapa faktor yang menentukan ekspor, yaitu daya saing negara lain di negara tersebut, proteksi perdagangan yang dilakukan negara tersebut dan kurs valuta asingnya.  Penentu impor yang utama adalah pendapatan masyarakat sesuatu negara, semakin tinggi pendapatan masyarakat semakin banyak impor yang akan mereka lakukan.
Dari penjelasan di atas mengenai komponen-komponen pengeluaran agregat maka total pengeluaran agregat adalah total penjumlahan nilai konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor dan impor. Jika pengeluaran agregat dinotasikan sebagai AE, maka :
AE = C + I + G + (X – M)    = Co + b Y + Io + Go + (Xo – Mo )
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL.

Analisis penentuan keseimbangan pendapatan nasional dapat dinyatakan dengan formula Y = AE. Formula Y = AE tidak selalu sama dalam perekonomian. Hal tersebut bergantung kepada jenis kegiatan perekonomian yang dijalankan. Dalam perekonomian kita mengenal istilah kegiatan perekonomian dua sektor, tiga sektor, dan empat sektor atau perekonomian terbuka. Oleh karena itu, untuk dapat menggambarkan kegiatan ekonomi yang sebenarnya terjadi, maka penulis akan lebih memfokuskan membahas mengenai perekonomian empat sektor atau perekonomian terbuka, karena perekonomian terbuka adalah kegiatan ekonomi yang dijalankan di era globalilasi ini. Namun jangan khawatir penulis akan tetap membahas perekonomian dua sektor dan tiga sektor secara global, agar pemahaman kita menjadi lebih komprehensif.

3.  SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN DALAM         PEREKONOMIAN TERBUKA

Perekonomian terbuka adalah perekonomian yang melibatkan diri dalam perdagangan internasional (ekspor dan impor) barang dan jasa serta modal dengan negara-negara lain. Pada sistem ekonomi yang terbuka, terdapat kemungkinan dari produsen untuk melakukan kegiatan ekspor barang dan produk dagangan dengan tujuan pasar-pasar di negara lain atau sebaliknya melakukan kegiatan impor atas bahan mentah dan bahan penolong serta mesin atau barang jadi dari luar negara. Dalam model terbuka ini jasa perbankan dan lembaga keuangan dapat juga berasal dari luar negeri dan kita dihadapkan pada sistem perekonomian yang semakin menyatu (the borderless economy) yang disebut dengan the global ekonomi.

Perekonomian terbuka adalah sebuah perekonomian yang berinteraksi secara bebas dengan perekonomian lain di seluruh dunia. Dalam perekonomian terbuka mulai diberlakukan di semua nagara. Dalam perekonomian terbuka ini menggambarkan kondisi yang dimana antarnegara dapat melakukan suatu hubungan baik secara ekonomi yang melalui bidang perdagangan internasional maupun dalm bidang politik. Sebuah negara yang menganut pandangan perekonomian terbuka, apabila terjadi interaksi dengan sektor luar negeri yang ditandai dengan adanya mekanisme ekspor dan impor.

Perekonomian terbuka atau perekonomian empat sektor adalah suatu sistem ekonomi yang melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan Negara-negara lain di dunia ini, karena kegiatan ekspor dan impor merupakan bagian yang pentingnya dalam kegiatan setiap perekonomian. Dalam ekonomi yang melakukan perdagangan luar negeri, aliran pendapatan dan pengeluaran dapat dijelaskan sebagai berikut : apabila aliran aliran pendapatan dan pengeluaran diperhatikan maka akan didapati bahwa aliran yang berlaku dalam perekonomian terbuka adalah berbeda dengan perekonomian tiga sector sebagai akibar dari wujudnya kegiatan ekspor dan impor.

Secara fisik, ekspor diartikan sebagai pengiriman dan penjualan barang-barang buatan dalam negeri ke luar Negara-negara lain. Pengiriman ini akan menimbulkan aliran pengeluaran yang masuk ke sector perusahaan. Dengan demikian pengeluaran agregat akan meningkat sebagai akibat dari kegiatan mengekspor barang dan jasa dan pada akhirnya keadaan ini akan menyebabkan peningkatan dalam pendapatan nasional.

Secara fisik, impor merupakan pembelian dan pemasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri atau ke dalam suatu perekonomian. Aliran barang ininakan menimbulkan aliran keluar dari aliran pengeluaran dari sector rumah tangga ke sector perusahaan. Aliran keluar ini yang akan

Sebagaimana dari penjelasan sebelumnya, bahwa ekspor dan impor mempengaruhi kegiatan dalam suatu perekonomian dan sirkulasi pendapatan yang berlaku. Penggunaan faktor-faktor produksi oleh sector perusahaan akan mewujudkan aliran pendapatan ke sector rumah tangga. Aliran pendapatan ini meliputi gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan lainnya

Dapat disimpulkan bahwa dalam perekonomian terbuka pengeluaran agregat meliputi lima jenis pengeluaran, yaitu

  1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga ke atas barang barang yang dihasilkan didalam negeri. (Cdn)
  2. Investasi perusahaan (I) untuk menambah kapasitas sector perusahaan menghasilkan barang dan
  3. Pengeluaran pemerintah ke atas barang dan jasa yang diperoleh didalam negeri (G)
  4. Ekspor, yaitu pembelian Negara lain ke atas barang buatan perusahaan-perusahaan didalam negeri. (X)
  5. Barang impor, yaitu barang yang dibeli dari luar negeri. (M) Barang impor, yaitu barang yang dibeli dari luar negeri.(M)dengan demikian komponen pengeluaran agregat dalam perekonomian terbuka adalah pengeluaran rumah tangga ke atas barang buatan dalam negeri, investasi, pengeluaran pemerintah,pengeluaran ke atas barang buatan dalam negeri (ekspor)

Komentar