TUGAS MANDIRI (5) TEORI DAN PERILAKU ORGANISASI

NAMA: Wilhelmus wira jernimas gulo
JURUSAN: Sistem Informasi
KELAS : Malam


1/ TEORI PEMBENTUK KELOMPOK

1. Teori Kedekatan (Propinquity)
Teori kedekatan menjelaskan tentang adanya aliansi diantara orang-orang tertentu. Seseorang berhubungan dengan orang lain disebabkan karena adanya kedekatan ruang dan daerahnya.
2. Teori Interaksi (George Homans)
Teori interaksi berdasarkan pada aktivitas, interaksi dan sentiment (perasaan atau emosi) yang berhubungan secara langsung. Ketiganya dapat dijelakan sebagai berikut:
a. Semakin banyak aktivitas seseorang dengan orang lain, semakin beraneka interaksinya dan semakin kuat tumbuhnya sentiment mereka.
b. Semakin banyak interaksi diantara orang-orang, maka semakin banyak kemungkinan aktivitas dan sentiment yang ditularkan pada orang lain.
c. Semakin banyak aktivitas dan sentimen yang ditularkan pada orang lain, dan semakin banyak sentiment orang dipahami oleh orang lain, maka semakin banyak kemungkinan ditularkannya aktivitas dan interaksi-interaksi.
3. Teori Keseimbangan (Theodore Newcomb)
Teori keseimbangan menyatakan bahwa seseorang tertarik kepada yang lain adalah didasarkan atas kesamaan sikap (seperti: agama, politik, gaya hidup, perkawinan, pekerjaan, otoritas) di dalam menanggapi suatu tujuan.
4. Teori Pertukaran
Teori ini ada kesamaan fungsinya dengan teori motivasi dalam bekerja. Teori kedekatan, interaksi, keseimbangan, semuanya memainkan peranan di dalam teori ini.
Secara praktis pembentukan kelompok bisa saja terjadi dengan alasan ekonomi, keamanan, atau alasan social. Para pekerja umumnya memiliki keinginan afiliasi kepada pihak lain.
Karakteristik yang menonjol dari suatu kelompok antara lain:
a. Adanya dua orang atau lebih
b. Berinteraksi satu dengan yang lain
c. Saling berbagi beberapa tujuan yang sama
d. Melihat dirinya sebagai suatu kelompok.

2/ ALASAN TERBENTUKNYA KELOMPOK
terjadinya kelompok akibat dari adanya saling menguntungkan dan memperhemat waktu serta mempercepat pekerjaan dan 
Suatu kelompok biasanya dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan, kegiatan tertentu agar lebih mudah dan tidak ada pihak yang merasa terbebani karena dilakukan secara bersama sama

3/ MISKOMUNIKASI ATU KESALAHAN KOMUNIKASI

ketika salah memaknai pesan dalam aktivitas komunikasi maka yang selalu terjadi adalah miscommunication, atau dalam bahasa Indonesia lazim disebut dengan miskomunikasi.

Kesalahan dalam memaknai pesan dapat menimbulkan konflik. Baik bersifat sederhana maupun rumit. Banyak penelitian dilakukan yang menyimpulkan bahwa miskomunikasi adalah penyebab utama konflik kemanusiaan.

Sebagai contoh, ketika berkecamuknya Perang Dunia II yang lalu. Ketika Jepang diminta oleh sekutu (Amerika Serikat) agar menyerah, Jepang menjawab permintaan tersebut dengan menggunakan perkataan “mokosatsu”. Maksudnya adalah “tidak memberikan komentar sampai keputusan diambil”. Tetapi, kata mokosatsu oleh Kantor Berita Domei diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “ignore”, yang berarti “tidak perduli”.

4. MODEL KOMUNIKASI LINEAR DAVID KENNETH BERLO


1. S untuk Sender/Source atau Sumber atau Pengirim Pesan

Sender/source atau pengirim pesan adalah sumber berasalnya pesan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi elemen sender/sourceatau sumber yaitu keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial, dan budaya.

  • Keterampilan komunikasi (communication skills)
  • Sikap (attitudes)
  • Pengetahuan (knowledge)
  • Sistem sosial (social systems)
  • Budaya (culture)2. M untuk Message atau Pesan

2. M untuk Message atau Pesan

Yang dimaksud dengan elemen messageatau pesan dalam model komunikasi Berlo adalah substansi yang dikirimkan oleh sender/source atau  sumber kepada penerima pesan. Pesan yang dikirimkan oleh sender/source atau sumber dapat berbentuk suara, teks, video, ataupun media lainnya. Dalam elemen pesan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pesan, yaitu isi (content), elemen pesan (elements), perlakuan (treatment), struktur (structure), dan kode (code).

* Isi (content) 

* Elemen (elements)

* Perlakuan (treatment) 

* Struktur (structure)

* Kode (code) 

3. C untuk Channel atau Saluran Komunikasi

Dalam melakukan komunikasi, sender/source atau sumber harus memilih sebuah saluran komunikasi untuk membawa atau mengirimkan pesan yang dimiliki. Misalnya dalam konteks komunikasi massa digunakan media massa sebagai channel atau saluran komunikasi untuk menyampaikan pesan. Sementara itu, dalam bidang komunikasi lainnya seperti misalnya komunikasi pemasaran atau komunikasi bisnis atau komunikasi organisasi seringkali digunakan saluran komunikasi dalam organisasi lainnya seperti komunikasi online  yang menggunakan media komunikasi modren seperti internet sebagai media komunikasi  untuk menyampaikan pesan 

Namun, dalam komunikasi secara umum, panca indera manusia merupakanchannel atau saluran komunikasi yang berdampak pada keefektifan channelatau saluran komunikasi. Kelima indera yang kita miliki adalah :

* Hearing 

* Seeing 

* Touching 

* Smelling 

* Tasting 

4. R untuk Receiver atau Penerima Pesan

Keterampilan komunikasi (communication skills) 

Receiver atau penerima pesan merujuk pada individu yang menerima pesan yang dikirimkan oleh pengirim pesan. Sebagaimana sender/source atau sumber atau pengirim pesan, maka receiver atau penerima pesan juga memiliki berbagai elemen yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Elemen-elemen tersebut adalah keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial, dan budaya

* Sikap (attitudes)

Pengetahuan (knowlwdge)

* Sistem sosial (social systems) 

* Budaya (culture) 


5.KOMUNIKASI YANG DIKATAKAN EFEKTIF

dikatakan efektif apabila memenuhi tiga hal berikut : 

1. Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya. 

2. Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.

3. Komunikasi Efektif memungkinkan seseorang dapat saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan yg lain. 


Komentar