(UAS) AGAMA DAN ASAH SKILL

UAS AGAMA DAN ASAH SKILL

Nama: Wilhelmus wira jernimas gulo
Jurusan: Sistem informasi
Kelas: Malam

1.  Alkitab Sebagai Pedoman dan Dasar Kehidupan Alkitab adalah Firman Tuhan, buku dari segala buku dan mujizat terbesar dalam sejarah umat manusia. Manfaat yang bisa kita dapatkan tatkala kita mempelajarinya sungguh tak terhingga. Alkitab adalah otoritas tertinggi dan sumber kebenaran yang sejati. Dalam suratnya kepada Timotius, rasul Paulus menekankan pentingnya Firman Allah. Ia menulis, ”Hendaklah engkau tetap berpegang pada perkara-perkara yang telah engkau pelajari dan yang tentangnya engkau telah diyakinkan untuk percaya.” ”Perkara-perkara” yang Paulus sebutkan adalah kebenaran Alkitab yang menggerakkan Timotius untuk beriman kepada kabar baik. Dewasa ini, kebenaran tersebut juga menguatkan iman kita dan membantu kita agar tetap ”berhikmat untuk keselamatan”. (2 Tim. 3:14, 15) Kata-kata Paulus selanjutnya sering kita gunakan untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa Alkitab berasal dari Allah. Tetapi, kita sendiri juga bisa mendapat manfaat tambahan dari kata-kata di 2 Timotius 3:16. Manfaaat Alkitab sebagai pedoman dasar kehidupan manusia : 1. Ada jalan keselamatan (2 Timotius 3:15; Matius 4:4). Allah memberikan kepada kita dari manusia berasal dan bagaimana manusia akan berakhir. Alkitab adalah yang memberitahukan kita bahwa semua manusia sudah berdosa dan telah berada di bawah hukuman kekal ( RM 3 : 23 ), dan karena Alllah adalah kudus, Ia harus menghukum semua manusia yang berdosa (RM 6 :23). Alkitab juga yang memberitahu kita bahwa kasihNya yang besar Allahmenjadi manusia guna menggantikan semua manusia untuk dihukum ( Yoh 3 :16, Kor 5 : 21, 1 Pet 2 :24 ). Dan Alkitab juga yang memberitahu bahwa jalan keselamatan sudah disediakan melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib, dan setiap orang yang percaya kepadaNya pasti diselamatkan ( Yoh 14 : 6, KPR 4 : 12, RM 10 : 9-10). 2. Menjadikan Kita Orang Kristen yang Kuat (1 Yohanes 2 : 14) Hanya ada satu jalan untuk menjadi kuat rohani, yaitu dengan membaca,mempelajari,merenungkan, menghafal, dan melakukan Firman Tuhan. Yesus Kristus adalah contoh ketika Ia dicobai iblis, Ia menggunakan Firman Allah sebagai senjata untuk mengalahkan iblis. Hawa adalah contoh buruk dari orang yang tidak banyak memahami Firman Tuhan,akibatnya iblis memanfaatkan kelemahan itu untuk menjatuhkan Hawa. Alkitab merupakan gizi rohani yang harus dimakan. Alkitab disebut air susu,makanan keras dan madu ( 1 Petrus 2 : 2, Ibrani 5 : 13-14). 3. Meyakinkan kita akan keselamatan yang kita terima Keselamatan adalah sesuatu yang sangat indah, suatu anugerah dari Tuhan yang diberikan Cuma cucma kepada setiap orang yang percaya,sehingga tampaknya terlalu indah untuk dianggap benar. Oleh karena itu salah satu kesukaran utama yang dialami oleh petobat baru adalah mereka ragu ragu akan keselamatannya. Satu satunya sumber ialah Alkitab. Itulah alasannya mengapa Alitab ditulis, agar kita memiliki keyakinan yg kokoh akan keselamatan kekal yg Tuhan sudah anugerahkan kepda kita ketika kita bertobat dan percya kepada Tuhan Yesus ( 1 Yohanes 5 : 13, Roma 5 : 9 – 10, 8 : 1 ) 4. Memberikan keyakinan dan kuasa dalam Doa ( 1 Yohanes 5 : 14 ) Dalam Yohanes 15 : 7 Tuhan berjanji, jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan FirmanKu di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya. Itu berarti bahwa melalui pemahaman Alkitab doa doa kita lebih berkuassa dan efektif sebab pada waktu kita mempelajari FirmanNya kita mengeal kehendakNya dan akibatnya kita akan belajar bagaimana caranya berdoa yang benar. 5. Memberikan sukacita dan Damai sejahtera Salah satu dari kehidupan Kristen adalah sukacita. Tetapi seringkali sukacita tertahan oleh persoalan persoaln hidup. Tuhan Yesus berkata, semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh ( Yoh 15 :11 ) dan salah satu bukti rohani dari kehidupan Kristen adalah damai sejahtera dalam kekuatiran dan kecemasan. Karena anda telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, anda mempunya hak untuk mengharap bahwa anda berbeda dan teman teman anda dibenarkan dalam mengharap untuk melihat perbedaan itu, bila Roh kudus dan dan tinggal dalam kehidupan seseorang, orang itu yg ditandai akan berbeda.perbedaan itu terutama terlihat pada emosi emosi orang itu yg ditandai oleh damai sejahtera walaupun menghadapi kesukaran kesukaran ( Kolose 3 : 16, Yoh 16 :33) 6. Membimbing kita dalam mengambil keputusan keputusan dalam kehidupan kita ( Mazmur 119 : 105 ) Prinsip – prinsip Allah dipakai sebagai petunjuk dalam membuat keputusan keputusan. Jadikanlah Alkitab sebagai standar hidup, kompas yang memberikan petunjuk arah nasihat untuk membuat keputusan keputusan yang baik, dan patokan untuk menilai segala sesuatu maka hidup anda akan bahagia dan berhasil.


2. * kita harus menyadari bahwa diri kita adalah orang berdosa. Dengan adanya dosa, maka kita tak akan bisa mencapai Allah apalagi sorga. Kita sangat perlu untuk menerima kasih karunia Allah terlebih dahulu agar kita bisa mencapai sorga hingga menghampiri Allah yang Mahakudus.

Roma 3:23, Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Roma 6:23, Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

* Kita harus memiliki kepercayaan (Iman) kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat manusia. Setiap orang yang percaya kepada Yesus pasti memperoleh hidup yang kekal (sorga) dan tidak binasa ( tidak masuk neraka). Bapa mengaruniakan AnakNya yaitu Yesus Kristus di dalam bumi agar menusia memberikan hati untuk percaya kepadaNya.

Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” Yohanes 3:18

Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6b).


3.                                         NUH

     Secara praktis, Nuh adalah teladan kehidupan yang beriman. Ibrani 11:7 mengajar tentang Nuh dengan demikian: "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya." Nuh tidak perlu "menguji" Allah sebelum bertindak; Allah memerintah, dan ia menurut. Sifat ini adalah karakteristik Nuh. Nuh adalah keturunan dari garis Set, yang dijelaskan: "Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN" (Kejadian 4:26). Nuh adalah hasil dari garis keturunan yang taat dan setia pada Allah. Jika kita meniru teladan Nuh, maka prinsip terbaik yang dapat kita ikuti ialah bersikap "benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan ...hidup bergaul dengan Allah." Dalam kata lain, hidup benar menurut Allah, hidup benar dengan sesama, dan mempunyai hubungan yang menghormati dan menyembah Allah. Hal ini tidak berbeda dengan ucapan Yesus ketika ditanyai seorang ahli Taurat tentang perintah terutama dalam Hukum (Matius 22:37-39).


Secara teologis, kita juga memperoleh beberapa pelajaran dari kehidupan Nuh. Yang pertama dan terutama ialah bahwa kehidupan Nuh mengungkapkan kebenaran yang abadi bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman (Efesus 2:8). Nuh bukan teladan karena ia menemui jalan pintas menghindari kodrat berdosa, karena semua orang memiliki kecenderungan itu. Kasih karunia Allah berada di atasnya, karena tanpanya Nuh pasti akan binasa dalam Air Bah seperti para pendosa lainnya. Nuh adalah bukti bahwa Allah menyelamatkan orang yang dipilih-Nya. Kita melihat kesabaran Allah dalam menunda hukuman sambil Nuh membangun bahtera (1 Petrus 3:20; 2 Petrus 2:5). Tuhan tahu cara menyelamatkan orang saleh dari berbagai percobaan. Kebenaran ini diungkap secara detil dalam 2 Petrus 3:8-9, dimana kita belajar bahwa Tuhan menunda penghakiman akhir sampai di ketika semua orang pilihan telah bertobat.

Pada akhirnya, kehidupan Nuh mengingatkan kita bahwa hukuman atas dosa akan datang. Hari Tuhan akan tiba (2 Petrus 3:10). Yesus menggunakan hidup Nuh sebagai nubuat tentang keadaan ketika Anak Manusia kembali pada penghakiman terakhir (Matius 24:37-38; Lukas 17:26-27). Oleh karena itu, kita perlu mencontoh teladan Nuh dan menjadi "pemberita kebenaran" dan menghiraukan himbauan Paulus: "Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah" (2 Korintus 5:20). Seperti Nuh, kita adalah utusan Kristus pada akhir zaman. Hukuman Allah sedang dalam perjalanan, namun Ia menawarkan pendamaian melalui Yesus Kristus. Kita harus membawa berita pendamaian pada sesama kita.


4. Partisipasi Gereja Dalam Masyarakat

Gereja bukan hanya sebagai tempat untuk memuji dan mengagungkan Tuhan, melainkan juga sebagai tempat untuk membangun persekutuan kasih diantara umat manusia. Gereja juga harus bisa dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi umat manusia.

1. Diakonia (Pelayanan)

Pada poin ini, kamu diharuskan untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Gereja yang tujuan utamanya adalah melayani. Agar kegiatan pelayanan dapat sukses, kamu harus bekerja sama dengan tim untuk menwujudkannya. Contoh tindakan pelayanan, antara lain:

  • Membantu korban bencana alam
  • Mengikuti kegiatan amal bagi saudara-saudara kita yang miskin, cacat, terlantar, dan butuh kasih sayang
  • Mencoba hidup bersama orang yang menderita penyakit kusta

Sudahkah kamu melayani sanak saudaramu? Walaupun terlihat kecil, namun hal tersebut sangat berarti bagi mereka yang membutuhkannya. Ketiga contoh di atas harus kamu landasi dengan menumbuhkan sikap empati, peduli, dan berhati ikhlas untuk menjalankan kegiatan sosial demi kepentingan seluruh umat manusia. Matius 20:28 “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

2. Persekutuan (Koinonia)

Persekutuan berarti rela berbagi kepada sesama dalam suatu perkumpulan. Sebagai orang beriman, kita senantiasa dipanggil untuk ikut dalam sebuah persekutuan untuk mempererat tali persaudaraan. Di dalam persekutuan inilah kita bisa menampakkan kehadiran Yesus Kristus. Tali persaudaraan antara kamu dengan umat yang lain bisa terjalin dengan Pengantaraan Kristus dalam Kuasa Roh Kudus-Nya.

Contoh kegiatan yang mencerminkan persekutuan, antara lain:

  • Mengikuti kegiatan Pendalaman Iman (PA)
  • Bergabung dalam muda mudi Gereja
  • Bergabung pada perkumpulan lingkungan, ibu-ibu, bapak-bapak, dan orang lansia

1 Yohanes 1:3 “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.”

3. Pewartaan (Kerygma)

Mewartakan berarti membawa kabar gembira bagi seluruh umat manusia. Lukas 22:27 “Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.” 

Berikut peran Gereja dalam pelayanannya sebagai perwataan dalam masyarakat :

  • Misalnya, Katekese calon baptis, penerimaan Sakramen Tobat, Sakramen Krisma, Sakramen Perkawinan, dan kegiatan pendalam iman.
  • Dengan melakukan kegiatan pewartaan, kita sudah dapat dikatakan membantu umat Allah untuk mendalami kebenaran Firman Allah.
  • Dengan demikian, umat Allah bisa hidup kekal, tidak mudah goyah, dan tetap setia kepada pengajaran Tuhan Yesus.

Matius 10:7 “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.”

Sejarah Gereja adalah sebuah persekutuan yang hadir di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat secara universal. Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, Gereja memiliki tugas pewartaan dan berperan aktif untuk selalu memberikan nilai-nilai positif bagi umatnya. Nilai-nilai positifnya sudah pasti masih sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Disini, Gereja dituntut untuk memperlihatkan siapa dan bagaimana karakteristik Tuhan Yesus itu sendiri.

4. Lyturgia (Liturgi)

Dalam hidup menggereja, ibadah adalah sumber dan pusat untuk beroleh iman dalam Yesus Kristus. Kegiatan Liturgi sering kita lakukan pada Hari Minggu, ketika kita beribadah di gereja. Sebagai umat Kristiani, kita bisa mendalami iman melalui kegiatan liturgi di gereja. Doa, simbol, lambang, dan perayaan di gereja merupakan bagian dari liturgi.

Contoh kegiatan liturgi di gereja, antara lain:

  • Mengikuti tata ibadat pada Hari Minggu
  • Ikut kegiatan paduan suara atau koor di gereja
  • Menjadi putra dan putri altar

Dengan adanya persekutuan, kita sebagai umat manusia diharapkan bisa menyatu dengan umat yang lainnya. Tidak melihat ras, suku, bangsa, dan latar belakangnya. Karena pada intinya, kita ingin bersatu dengan mereka untuk mewujudnyatakan Kristus Yesus dalam kehidupan.

5. Martyria (Penginjilan)

Sebelum Tuhan meninggalkan dunia, Ia pernah berpesan kepada murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-Nya dalam memberitakan Injil. Tugas inipun dilakukan oleh para murid. Kita selaku Anak Allah juga dituntut untuk melakukan hal yang sama, yaitu menjadi Saksi Kristus di tengah-tengah masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan dengan menghayati karya keselamatan Tuhan dalam hidup kita. Cara pelayanan Gereja sebagai peran didalam masyarakat majemuk:

  • Beritakanlah injil kepada seluruh bangsa dan jadilah garam dan terang dunia di tengah-tengah masyarakat. Berbuat baiklah agar kamu disenangi oleh orang-orang di sekitarmu.
  • Mazmur 19:7 “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.”
  • Yesaya 8:20 “Carilah pengajaran dan kesaksian! Siapa yang tidak berbicara sesuai perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.”

Selaku Anak Allah, kita selelu dituntut untuk berbuat baik kepada sesama, sama dengan apa yang dilakukan Gereja, dan yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus kepada kita. Ulangan 7:9 “Sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.”

6. Perwujudan Iman

Iman adalah hubungan cinta kasih yang terjalin antara manusia dengan Tuhan. Untuk mengungkapkan iman dan kepercayaan akan Yesus Kristus, kita bisa mewujudkan hal tersebut dalam bentuk menyelenggarakan kegiatan sosial di Gereja. Disini, Gereja harus bisa menunjukkan dan mempraktikkan bentuk pelayanan yang dilakukan Yesus selama Ia berada di dunia. Berikut bentuk perwujudan iman dalam bentuk kesertaannya dalam peran Gereja:

  • Tak hanya Gereja saja, kamu sebagai umat Tuhan juga dituntut untuk mewujudkan imanmu sebagai bukti kalau kamu seorang Kristiani. Perwujudan iman ini bisa berupa penyerahan total kepada Yesus Sang Juru S’lamat.
  • Kamu harus selalu menyerahkan seluruh hidupmu kepada Tuhan, biarlah Ia yang selalu berkuasa atas dirimu.
  • Perwujudan iman juga haruslah disertai dengan hati yang tulus dan penghayatan akan iman kepada Tuhan. Tanpa kedua hal tersebut, perwujudan iman sama saja kosong. Perwujudan iman harus dibuktikan dalam tindakan nyata. Karena iman tanpa perbuatan hasilnya nihil.

Galatia 2:16 “Kamu tahu, bahawa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Yesus Kristus. Sebab itu, kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan Hukum Taurat. Sebab tidak ada seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan Hukum Taurat.”

7. Pengungkapan Iman

Komunikasi adalah salah satu cara untuk mengungkapkan iman akan Kristus Yesus. Pengungkapan iman bisa dinyatakan dalam bentuk yang khusus dan eksplisit, contohnya dalam pewartaan, pelayanan, dan perayaan Ekaristi yang setiap kali diadakan di Gereja. Berikut cara peran Gereja dalam mengungkapkan iman didalam masyarakat:

  • Pengungkapan iman adalah bentuk dari penghayatan iman yang bisa kita dapatkan saat kita berada di lingkungan masyarakat. Iman diungkapkan secara nyata, namun tidak secara kentara alias memperlihatkan sikap dari iman.
  • Rasa kepercayaan Gereja dalam memberitakan kesaksian dan kepastian tentang iman Kristus kepada semua umat Kristiani dan seluruh masyarakat majemuk lainnya.
  • Gereja akan serta aktif kepada masyarakat agar setiap masing-masing masyarakat bisa saling memberikan rasa pengungkapan iman yang saling percaya dari hatinya untuk Tuhan

Selain itu untuk dari itu Gereja akan membentuk suatu Gereja yang luar biasa dan nyata dalam pelayanan kasihnya terhadap masyarakat. Selain itu kita sebagai masyarakat juga harus saling tahu apa peran kita sebagai masyarakat dalam menjalin hubungan dengan Gereja


5. mengadakan kegiatan gotong royong atau kerjasama dengan tetangga tetangga yang lain dalam membersihkan lingkungan di sekitar kita selain itu kita juga harus melakukan pertemuan umat kristiani tentang kebersihan lingkungan serta menjadi teladan yang baik dalam menjaga lingkungan sebagai umat kristiani bagi umat yang lain.


Komentar